Agar "Emas Merah" kembali merona

  • 2023-03-27 14:54:05
  • Posted by Admin

Cetak biru harus teteap dilanjutkan secara konsisten dan tidak diubah setiap ganti pemimpin

 

Emas merah itu tak lagi menggugah antusiasme pelaku usaha. Dulu, kata Ir. Didiek Purwanto ketua GAPUSPINDO nenek moyang kita menganggap sapi potong adalah emas merah karena saking berharga dan bergensinya, tapi kini masyarakat takut untuk beternak. Penyebabnya kita tidak menata usaha  peternakan kita dengan baik, konsisten, dan berkelanjutan berdasarkan sumber daya yang kita miliki.

Tekanan kuat

Didiek menjelaskan bisnis sapi potong sepanjang 2022 tidak lebih bagus dari tahun sebelumnya. pada 2021 peternak menghadapi pandemi covid 19 yang membuat pembatasan lalu lintas orang sehingga berpengaruh terhadap turunnya permintaan daging. Sementara pada awal mei 2022 muncul penyakit mulut dan kuku (PMK) di jawa timur dengan penyebaran sangat cepat sehingga banyak sapi tidak terobati dengan baik.

Pemerintah tidak siap mengendalikan karena PMK baru muncul lagi setelah 30 tahun hilang dari indonesia. kondisi ini menyebabkan banyak sekali sapi yang mengalami kematian, terutama sapi-sapi lokal dari peternakan rakyat. Sapi yang hidup banyak dipotong dan dijual karena mereka trauma. dampaknya terjadi kekacauan karena banyak sekali sapi yang dipotong mendadak sementara permintaan daging rendah akibat panddemi ungkap Direktur PT. Karunia Alam Sentosa Abadi itu. Tak disangka saat PMK mulai turun muncul penyakit cacar kulit lumpy skin disease (LSD) yang ikut menghantui peternak.

Vektor yang cukup banyak membuat penyebarannya luas dan para stakeholder tidak siap, termasuk ketidaksiapan vaksin. Tahun ini industri sapi potong mendapat tekanan kuat, apalagi permintaan daging turun sebagai dampak penurunan laju ekonomi pasca covid 19. memang pemerintah sudah berusaha memacu pertumbuhan ekonomi, tetapi ekonomi tidak semerta-merta tumbuh begitu saja, ungkap Didiek.

Sarjono, peternak sapi di lampung tengah, lampung mengambarkan bisnis sapi potong tahun ini selepas penurunan daya beli karena pandemi,  bisnis sempat bergairah lalu terganggu PMK. Menurut ketua Limousin itu harga sapi dilampung  membaik sejak februari 2022 dan memuncak di lebaran haji 2022. harga melejit karna stock kurang akibat banyak sapi dipulai jawa banyak terkena PMK.

itu harga paling fenomenal sepanjang sejarah sampai idul adha melejit Rp55.000 - Rp57.000/kg hidup untuk kategori sapi lokal. Habis lebaran haji kena PMK, wabah masuk kelampung secara umum harga langsung nyungsep Rp42.000/kg engak ada yang beli, bebernya.

Perlu 3-4 bulan pemulihan , 1 bulan terakhir ini baru pemulihan . baik yang pelihara maupun hitungan sudah tidak masuk  untung tipis karena harga bakalan sudah mahal, biaya pakan semua naik, harga dijagal cernderung naiknya tidak signifikan. beternakan gak punya lahan luas sudah engak masuk, kecuali jualnya hanya moment Idul Adha

Beternak sapi merukan usaha padat modal, Parsum merinci biaya pakan sekitar Rp24.000/ekor/hari dan upah karyawan Rp30.000/hari. Untuk pelihara 10 ekor sapi  menghasilkan biaya Rp7.5.jutaan /bulan. Kalau kita pelihara untuk Idul Adha paling tidak keluar uang Rp90-an itu untuk 10 ekor sapi, makanya kalau tidak main di idul adha kita tidak bisa bertahan.puncak penjualan itu idul adha.

 


AGRINA Edisi 345 Maret 20s23