Stok Daging Ayam dan Telur Menjelang HBKN Tercukupi

  • 2023-03-23 11:28:57
  • Posted by Admin

Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Ketersediaan daging ayam dan telur menjelang Ramadan dan Idul Fitri dipastikan tercukupi. Sayangnya, persoalan disparitas harga terutama daging ayam masih menghantui.

Hal tersebut diungkapkan Iqbal Alim, Koordinator Substansi Unggas dan Aneka Ternak, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan saat mengikuti seminar online dengan tajuk Kesiapan Industri Perunggasan Menyambut Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Acara itu diprakarsai Indonesia Livestock Alliance pada Rabu (22/3).

Menurut Iqbal, harga daging ayam menjelang Ramadan atau minggu ke-3 pada Maret 2023 rata-rata secara nasional berkisar Rp 37.000 – Rp 39.000 per kg di tingkat konsumen. Sedangkan, di tingkat peternak berada diposisi Rp 19.000 – Rp 20.000 per kg. Bahkan di beberapa wilayah di Jawa Tengah atau Jawa Timur bagian Pantura sempat menyentuh Rp 16.000 per kg di tingkat peternak.

Sementara untuk harga telur, Iqbal kemukakan lebih stabil dibandingkan dengan komoditas daging ayam. Terlebih, disparitas harganya tidak terlalu mencolok. Harga telur di angka Rp 26.000 per kg di tingkat peternak, adapun di tingkat konsumen Rp 29.000 – Rp 30.000 per kg.

Iqbal menegaskan, dengan pasokan daging ayam dan telur tercukupi selama Ramadan dan Idul Fitri. Iqbal berharap akan dibarengi dengan harga daging ayam dan telur terutama di tingkat peternak supaya stabil di atas HPP (harga pokok produksi). Di lain sisi, harga di tingkat konsumen juga tidak akan mengalami lonjakan yang drastis. “Mengingat, jelang Ramadan dan Idul Fitri terjadi permintaan untuk produk unggas mengalami kenaikan sebesar 15-25 %,” ungkap Iqbal.

 


Sinergitas Bersama
Asrokh Nawawi mewakili Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) mengatakan kewajiban menjaga dan menyiapkan ketersediaan pangan seyogyanya menjadi tugas pemerintah sesuai dengan peraturan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang ketahanan pangan. Termasuk di dalamnya pasokan daging ayam dan telur dalam negeri yang dikategorikan sebagai bapokting (bahan pokok penting).

“Pemerintah juga harus memastikan ketersediaan bahan baku pakan seperti jagung yang baru-baru ini terjadi kelangkaan. Sementara permintaan DOC meningkat menjelang Ramadan,” ujar Nawawi yang menjabat sebagai Ketua IV GPPU.

CO Founder sekaligus CEO PT Integrasi Teknologi Unggas (BroilerX), Prastyo Ruandhito menekankan, penguatan teknologi mutlak dilakukan guna menekan HPP dalam menghasilkan daging ayam dan telur. Dikarenakan persoalan yang terjadi bukan lagi masalah ketersediaan pasokan namun untung atau tidaknya peternak memelihara ayam.

“Setidaknya dengan penguatan teknologi akan membantu meningkatkan efisiensi dalam proses pemeliharaan ayam. Meskipun, untuk harga daging ayam dan telur, lagi-lagi mekanisme pasar yang akan menentukan,” katanya.

Bagi Prof Muladno selaku Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan IPB University berujar bahwa masih mengedepankan kepentingan masing-masing membuat carut marut industri perunggasan belum terselesaikan hingga kini. Misalnya, persoalan akurasi dan sinkronisasi data produksi ayam masih menjadi perdebatan. Hingga akhirnya muncul krisis kepercayaan kepada pemangku kepentingan.

“Penyelesaiannya perlu duduk bersama antar stakeholder terkait, agar tidak ada salah satu yang menjadi korban. Terlebih, keseimbangan pasokan dan permintaan daging ayam dan telur saat Ramadan dan Idul Fitri memerlukan sinergitas bersama. Jangan sampai terjadi perebutan pasar karena terjadi over supply (kelebihan pasokan),” pesan Prof Muladno. zul 

 

http://troboslivestock.com/detail-berita/2023/03/22/57/16833/stok-daging-ayam-dan-telur-menjelang-hbkn-tercukupi